Pengikut

Kamis, 15 November 2012

Cerita Bersambung karyaku ^^


TRUE  LOVE  AJISAKA  Chapter 1
Sepulang sekolah, ku hempaskan tubuhku di kasurku yang bercorak lambang klub sepakbola FC Barcelona. Yaa…itu klub sepakbola kesukaanku. Berawal dari keseringan diajak nonton bareng sama kakakku, lama-lama akupun menyukai juga klub sepak tersebut.
“Aisshh…,”keluhku.
Tiba-tiba saja pikiranku terpikir pada sosok yang selalu kuharapkan untuk menjadi pacarku suatu hari nanti. Setiap hari di sekolah dadaku selalu sesak melihatnya bersama cewek. Dia sangat playboy tapi begitu banyak cewek yang mengejarnya. Siapa yang nggak naksir coba sama dia, udah ganteng, pintar, tajir tapi sayang dia orangnya juga sombong. Bahkan lebih parah lagi, dia cuek banget dengan setiap usahaku untuk membuatnya jatuh hati padaku.
Sebuah pemikiran yang cukup brilian menurutku. Aku ingin membuktikan kepadanya kalau aku juga bisa mendapatkan cowok yang lebih dari dia agar dapat ku balas semua kecuekannya padaku. Tak lama setelah itu aku menghubungi sahabatku. Aku sering memanggilnya Shikamaru-kun. Wajahnya agak mirip dengan tokoh anime tersebut. Bahkan gaya menata rambutnya juga sama. Tetapi jika rambutnya digerai dia lebih mirip Isurugui Jun dalam  anime True Tears. Nama aslinya sih Riandra Ajisaka Permana. Dia begitu manis ketika tersenyum . Kami menjalin hubungan pertama kali ketika aku disuruh Mamaku memberikan bingkisan untuk para tetangga. Waktu itu keluargaku adalah pendatang baru di perumahan yang bernama “Flower  House” itu. Nama itu disebabkan karena mayoritas di perumahan tersebut adalah penjual bunga. Kesan pertamaku sesampai di perumahan ini saja karena bunga-bunga itu.
Oh iya, sesampainya di depan pintu rumah Rian, aku mengetuk pintu rumahnya sambil menunggu seseorang datang membuka pintu. Aku mengamati sekeliling rumahnya yang tampak asri, permai dan begitu indah. Di teras terdapat  1 set  2 kursi 1 meja dan diatas meja terdapat vas bunga mawar putih yang sangat indah dan menawan. Beberapa pot-pot berisi bunga anggrek yang menggantung di pinggiran beranda rumah. Dan taman bunga di sebelah kiri rumah yang yang juga membuat rumah tampak begitu disayangkan jika kita tak memandangnya ketika melewatinya. Perhatianku tersentak, ketika seseorang membukakan pintu. Mata kita saling bertemu, saling memandang satu sama lain. Aku nyengir.
“Ehh, selamat siang, saya disuruh Mama saya mengantarkan bingkisan ini. Kami baru saja pindah dari Pekalongan,”kataku berusaha bersikap ramah kepadanya.
Ia  tersenyum padaku yang membuatku terpana memandang wajahnya.
“Selamat siang juga, sampaikan terima kasihku pada Mamamu yaa. Duduklah dulu, aku akan meletakkan bingkisan ini di dalam,” katanya sambil masuk kembali ke dalam. Akupun hanya memberikan isyarat mengangguk untuk menyetujui tawarannya.
Tak berapa lama, dia keluar lagi membawa 2 gelas berisi jus jeruk dan setoples kue coklat. Aku hanya memperhatikannya.
“Mampirlah sebentar disini dan nikmatilah. Ngomong-ngomong namamu siapa?,” tanyanya sembari duduk dan membuka tutup toplesnya.
Dengan kagetnya karena terlalu memperhatikan sekeliling aku menjawab sambil menoleh kepadanya.
“Haa? Namaku? Namaku Ajeng Putrihana Anjani. Panggil saja Ajeng,” sambil mengulurkan tanganku dan tersenyum kepadanya.
^3Bersambung3^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar